Kamis, 30 Juni 2011

Ikhlas dengan peranku saat ini

huhh,,,lega,sedih,senang,gembira,kacau,semuanya bercampur menjadi satu saat ini. Menyakitkan sebenarnya. Tapi inilah peran yang harus kujalani. GAGAL?????? Ahh,,,tdk gagal kataku dalam hati.
Aku telah maksimalkan segala yang saya bisa. Sudah kutempuh berbagai usaha untuk menggapai impianku sebagai seorang Dokter. yaahh...tapi inilah yang harus aku jalani.
Insya Allah..cita-cita ini tak akan kulupakan. Cita-cita ini akan tetap hidup selalu sampai mati nanti. Sekalipun tidak tercapai dalam garis tanganku. Minimal aku sudah berani bercita-cita. Berani dengan impianku.

DOKTER!!!! Tunggu aku yah!! Kuakan setia selalu menunggu sampai saat indah itu tiba. Meski bukan tahun ini. Tapi aku akan mencoba dengan segala kemampuan yang saya bisa.
hemm...buat semua kawan-kawanku yang telah meraih universitas impiannya. Tunggu aku yah!!!
Insya Allah saya akan menyusul kalian. Meski telat dan memang sangat telat, tapi ini yang terbaik. Insya Allah saya akan berikan yang terbaik.

TRAUMA!!! yah,,,trauma sihh ada. Semuanya maih sangat berbekas dalam pikiranku. Perasaan takut, was-was. Bahkan sempat terpikirkan dalam pikiranku, untuk mengakhiri hidup ini. Bagiku, Saat ini hidup dimataku begitu kejam. Tapi, semuanya akan lebih hancur bila aku melakukan hal-hal keji seperti itu.


Untuk orang tercintaku...Maafkan RINI yah!! Tahun ini, saya belum bisa bahagiakan kalian. Yaahh...inilah sekelumit duka dan kesedihan yang saya rasakan saat ini. Meski sangat sakit dan perih..Entah apa rencana indah yang Allah siapkan untukku.

Tuhan, melalui blog ini. Melalui tulisan ini. Dengan tulus aku berharap Engkau dengarkan segala curhatanku ini,

Tuhan,,aku ini manusia biasa. Saya hanya bisa mengusahakan semaksimal yang saya bisa. Saya tidak bisa sehebat mereka. Tuhan,,jujur. Saat ini saya merasa DEPRESI dengan keadaan ini. Entah apa pengobat lipur lara ini. Tuhan,,apakah usaha dan doa yang saya lakukan dahulu masih belum ada apa-apanya???
Tuhan,,sebodoh itukah saya???? Saya memang hanya bisa berusaha semaksimal yang saya bisa. Belajar sebisaku. Beribadah sebisaku.

KACAU..tulisan ini kacau...
wajar saja...perasaanku saat ini sangat kacau..tapi mungkin melalui tulisan ini. Perasaanku sedikit lega dan menyenangkan diriku sendiri. Entah apa lagi cobaan selanjutnya yang Allah siapkan untukku???
Siap!! dan aku harus siap jalaninya. Tangis dan air mata ini tak akan pernah bisa mengobati rasa sakit ini.

semoga setelah menulis blog ini, perasaanku agak sedikit tenang. dan mampu menatap masa depan dangan penuh optimis. dan tetap tersenyum dengan apapun skenario yang Allah akan berikan kepadaku.


Tetap yakin dengan hari esok yang cerah...Jangan pernah menyerah RINI!!!!!!!

Yakin saja dengan rezki yang akan datang dan berpihak kepadamu!!!!!


*tertanda RINI La Labila*





Senin, 13 Juni 2011

MENAPAK TERJALNYA KEHIDUPAN

Cerita ini tentang kisahku...
kisah tentang kerasnya perjuangan menuju masa depan. ada kalanya masa depan itu seakan mencekik leherku hingga tak bisa bernafas. Kejadian ini bermula saat diumumkannya hasil seleksi SNMPTN Undangan. wuuiihh..seakan merobek jantungku saat mendengarnya. Entah apa yang terjadi malam itu,,aku hanya tersenyum malu melihat kenyataan ini. Mimpiku menjadi mahasiswi UNIVERSITAS INDONESIA seolah sirna seketika. Bagaimanapun juga harapan besar masuk kesana sudah sangat nyata dalam diriku. Namun, inilah yang harus saya hadapi. Di samping itu, ternyata JPPB unhasku tak juga dapat kutaklukkan. Seakan mendapat peluru panas mendengar kabar ini. Saya harus menerima kenyataan HARUS BERPERANG DI SNMPTN 2011!!.
Tiada lain..saya mengikuti les setiap pagi di sambung sampai sore. Kelihatannya sepele, tapi itulah ikhtiar yang bisa saya lakukan sebelum ujian. yahh..hanya Tuhan yang tahu bagaimana perasaanku sebenarnya saat itu,.
Sekarang...saya sedang menunggu hasil pengumuman. semoga Tuhan ridho melihat saya menjadi seorang Dokter. Semoga pilihanku mengabdikan diri menjadi seorang Dokter bukan pilihan yang salah.

Tuhan..hanya Engkau yang tahu perasaanku saat ini..

Harapan untuk lulus di SNMPTN sangatlah besar, melebihi apapun saat ini...

Tolonglah saya Tuhan...

Jangan sampai belenggu kesedihan itu menghampiriku lagi...

amin...